Selasa, 16 Maret 2010

rencana revitalisasi blog..

Saya merasa bersalah tatkala saya sudah diberi kesempatan untuk memiliki fasilitas yang mendukung kegemaran saya untuk menulis tapi saya tidak memanfaatkannya dengan baik. Bahkan mungkin saya telah menelantarkan fasilitas itu dan artinya saya juga menelantarkan kegemaran saya menulis itu. Padahal saya merasa itu adalah bagian dari kehidupan saya, tapi saya melupakannya. Orang macam apa saya ini?? Orang yang tak pandai bersyukur mungkin.
Sebenarnya saya mempunyai beberapa tempat menulis, yaitu di situs wordpress dan di blogspot, serta blog di friendster dan notes pada facebook. Tapi saya meras belum maksimal menggunakannya. Merasa banyk hal tak penting yang saya tulis di sana maka saya telah memutuskan untuk membaginya berdasarkan kategori umum yang biasanya agar tidak rancu dan campur aduk. Untuk akun di blogspot akan saya gunakan untuk share ilmu pengetahuan, sedangkan untuk akun di wordpress saya berencana menggunakannya sebagai diary saya. Maka artinya saya harus merevitalisasikan blog saya yang lainnya dong?? Kalau gitu semangat ya…. Ayo berusaha…

Rabu, 27 Januari 2010

Bilaku Jatuh Cinta (Repost)

Rabb……

Aku minta izin

Bila suatu saat aku jatuh hati

Jangan biarkan cinta untukMu berkurang

Hingga membuat lalai akan adanya Engkau




Rabb……

Aku punya pinta

Bila suatu saat aku jatuh cinta

Penuhilah hatiku dengan bilangan cintaMu yang tak terbatas

Biar rasaku padaMu tetap utuh




Rabb…….

Izinkanlah

Bila suatu saat aku jatuh hati

Pilihkan untukku seseorang yang hatinya penuh dengan kasihMu

Dan membuatku semakin mengagumiMu




Rabb……

Bila suatu saat aku jatuh hati

Pertemukanlah kami

Berilah kami kesempatan untuk lebih mendekati

CintaMu




Rabb……

Pintaku terakhir adalah

Seandainya ku jatuh hati

Jangan pernah kau palingkan wajahMu dariku

Anugerahkanlah aku cintaMu

Cinta yang tak pernah pupus oleh waktu

Izinkanlah aku menemui kerinduanku

Minggu, 24 Januari 2010

Akademos

buku ini... hmm.. begitu membuatku ingin membacanya berulang-ulang.. aku suka cara penyajian kisahnya yang cerdas dengan disertai box-box yang berisi informasi baru untuk awam yang belum begitu tahu.. semacam ensiklopedi dalam novel tersebut..

novel yang ditulis oleh seorang dosen fakultas psikologi UI ini memang keren menurutku.. dari rangkaian kata di prolog saja sudah memikat.. seperti ini kira-kira prolognya yang telah saya ketik ulang..

--------
Prolog

Kenangan bertebaran dimana-mana, seperti benda-benda langit menyebar . tiap kenanagn memantulkan cahaya seperti bintang. Beberapa menggugus rasi bintang, mengingatkan pada nama-nama scorpio, biduk, casiopea, mintuna, orion, arau waluku/ kadang muncul kenangan terang benderang seperti bulan. Sinarnya, bulatnya, sendunya, syahdunya, riangnya menggiring anak-anak bermain cahaya, misteriusnya, melankolinya. Semua merangsek dalam diri, menyorotkan gambar-gambar lama yang makin hari makin indah.
Langit seperti hati, luas tak jelas batas. Makin jauh memandang, makin tak berbatas. Mendung, cerah, juga gelap pekat dan gemuruh. Seperti dunia, hati punya cuaca: pasang-surut duka-lara, kerinduan dan kebingungan. Petir bersambaran, puyuh riuh berbelitan, banjir luapan air mata. Sekali tubrukan terjadi dalam hati seperti meteor atau komet, memercikkan arti, seperti kebencian, dendam atau iri-dengki. Di malam-malam yang suram, hati terkucil sendiri dikepung kabut bak langit pekat jauh dari b intang, jauh dari bulan, jauh dari kemesraan. Angin tak bergerak, udara sesak, hati pun menangis, terasing, tergerit. Berdarah ditikam rindu.
Di mana ujungnya langit? Di mana dasarnya hati?
Pertanyaan-pertanyaan lama. Belum juga terrjawab. Barangkali juga, tak perlu. Kita kenal langit dan isinya. Awan, matahari, bulan dan bintang di malam hari, planet-planet, lubanghitam, galaksi, meteor dan komet dan tentu saja pelangi. Warna-warna langit juga menggugah. “ Karena langit biru, ia membuatku menangis.” Keharuan biru langit terbentang dari tempat tanpa ujung lainnya. Langit juga sering mengagumkan. Pesona yang amat luas menyerap pujian, menyerap kesedihan, kerianngan, gundah-gulana, menyerap ketakmengertian.
Lalu hati, langit yang lain. Keluasan yang menyimpan suka-duka, kegundahan, kecemasan, gelisah berkepanjangan, pertanyaan-pertanyaan yang tak kunjung terjawab. Dalam hati kenangan membentuk ceritanya, membentuk sejarah rasa, sejarah yang diingat terus pada saat-saat sendiri.
Hati seperti langit, luas tak berbatas. Hati mengundang penjelajahan tak usai-usai, tak sampai-sampai, terus menyembur cerita, tak habis-habis.
Dan di sini aku dengan hati tak berbatas, bersiap membagi cerita sembari menulil kutipan pada langit, mengail paraplasme dalam hiruk pikuk, menekuri seluk beluk kesunyian. Di sini aku menjaring kenangan pada hati, menaburkannya. Di sini aku menentang geruh yang dituai lupa, menandur mimpi hamper padam. Di sini aku, sebuah solilokui gigis, pendar yang renyai, gentar dan pudar, berkeras kabarkan diri. Cahaya yang tak hendak padam.

------


tertarik membacanya juga??? hmm... pasti.. khusunya buat para pecinta sastra...


- Akademos -

Rabu, 23 Desember 2009

PENGOLAHAN AIR MINUM

Semester 5 makin banyak tugas.. ampe2 seperti kerja rodi.. hehe..
untuk mata kuliah Pengolahan Air Minum dan Sanitasi MakMin ini, ternyata lumayan banyak tugas.. dan sebagai peje PAM SANMAKMIN, kita berdua, muche dan evi sering geje karenanya.. buat temen2 IKM B 08, maafkan kami yang sering geje dengan tugas-tugas yang diberikan dosen..

khusus presentasi pengolahan air, materi dari 10 kelompok bisa didownload disini PAPER+PPT+SOAL PENGOLAHAN AIR.rar
udah termasuk ppt, paper, ma soal2 yang uda kita bikin bersama kemarin..

semangat ya kawan-kawan.. UAS hari pertama kita bertemu PAM lagi.. semoga kita semia sukses..

amiinn..

Senin, 19 Oktober 2009

Stroke dan Faktor Resikonya

Pada posting sebelumnya telah saya nahas sekilas gambaran umum tentang stroke..sehingga pada posting kali ini, akan lebih lanjut akan dibahas tentang apakah itu stroke..

a. Pengertian Stroke
Definisi stroke menurut World Health Organization (WHO) adalah tanda-tanda klinis yang berkembang cepat akibat gangguan fungsi otak fokal (atau global), dengan gejala-gejala yang berlangsung selama 24 jam atau lebih, dapat menyebabkan kematian, tanpa adanya penyebab lain selain vaskuler (Israr, 2008).
Stroke dibagi menjadi dua jenis yaitu:
1. Stroke iskemik
Yaitu tersumbatnya pembuluh darah yang menyebabkan aliran darah ke otak sebagian atau keseluruhan terhenti. 80% stroke adalah stroke Iskemik. Stroke iskemik ini dibagi menjadi 3 jenis, yaitu :
a. Stroke Trombotik: proses terbentuknya thrombus yang membuat penggumpalan.
b. Stroke Embolik: Tertutupnya pembuluh arteri oleh bekuan darah.
c. Hipoperfusion Sistemik: Berkurangnya aliran darah ke seluruh bagian tubuh karena adanya gangguan denyut jantung.
2. Stroke hemoragik
Yaitu stroke yang disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah otak. Hampir 70% kasus stroke hemoragik terjadi pada penderita hipertensi. Stroke hemoragik ada 2 jenis, yaitu:
a. Hemoragik Intraserebral: pendarahan yang terjadi didalam jaringan otak.
b. Hemoragik Subaraknoid: pendarahan yang terjadi pada ruang subaraknoid (ruang sempit antara permukaan otak dan lapisan jaringan yang menutupi otak).
Faktor penyebab stroke iskemik antara lain :
1. Menumpuknya lemak pada pembuluh darah yang menyebabkan mudah terjadinya pembekuan darah (aterotrombotik).
2. Benda asing dalam pembuluh darah jantung (kardioemboli).
3. Terjadinya lubang pada pembuluh darah sehingga darah bocor yang mengakibatkan aliran darah ke otak berkurang (lakunar).
4. Penyebab lain yang menyebabkan hipotensi.
Faktor penyebab stroke hemoragik :
1. Tekanan darah tinggi yang dapat menyebabkan pembuluh darah pecah
2. Terjadinya pelebaran pada pembuluh darah yang menyebabkan pembuluh darah pecah.
3. Ateroma, yaitu pembuluh darah menjadi keras dan akan pecah jika tekanan darah naik.
4. Terjadinya tumor pada pembuluh darah (Israr, 2008).

b. Faktor Risiko
Menurut (Israr, 2008) Faktor risiko stroke dibagi atas 2 jenis, faktor risiko yang dapat diubah dan tidak dapat diubah. Faktor risiko yang dapat diubah antara lain : hipertensi (penyakit tekanan darah tinggi), kolesterol, aterosklerosis (pengerasan pembuluh darah), gangguan jantung, diabetes, riwayat stroke dalam keluarga, migrain, merokok (aktif & pasif), makanan tidak sehat (junk food, fast food), alkohol, kurang olahraga, mendengkur, kontrasepsi oral, narkoba, serta obesitas.
Faktor resiko yang tak dapat diubah
1. Umur
Kemunduran sistem pembuluh darah meningkat seiring dengan bertambahnya usia hingga makin bertambah usia makin tinggi kemungkinan mendapat stroke. Dalam statistik faktor ini menjadi 2 x lipat setelah usia 55 tahun.
2. Jenis.
Stroke diketahui lebih banyak laki-laki dibanding perempuan. Kecuali umur 35 – 44 tahun dan diatas 85 tahun, lebih banyak diderita perempuan. Hal ini diperkirakan karena pemakaian obat-obat kontrasepsi dan usia harapan hidup perempuan yang lebih tinggi dibanding laki-laki.
3. Berat Lahir Yang Rendah
Statistik di Inggris memungkinkan orang dengan berat bayi lahir rendah menunjukkan angka kematian yang lebih tinggi dibanding orang yang lahir dengan berat normal. Namun apa hubungan antara keduanya belum diketahui secara pasti.
4. Ras
Penduduk Afrika - Amerika dan Hispanic - Amerika berpotensi stroke lebih tinggi dibanding Eropa - Amerika. Pada penelitian penyakit artherosklerosis terlihat bahwa penduduk kulit hitam mendapat serangan stroke 38 % lebih tinggi dibanding kulit putih.
5. Faktor Keturunan
Adanya riwayat stroke pada orang tua menaikkan faktor resiko stroke. Hal ini diperkirakan melalui beberapa mekanisme antara lain :
a. Faktor genetik
b. Faktor life style
c. Penyakit-penyakit yang ditemukan
d. Interaksi antara yang tersebut diatas
6. Kelainan Pembuluh Darah Bawaan : sering tak diketahui sebelum terjadi stroke.
c. Gejala Awal Stroke
Menurut (Zigizig, 2008), gejala awal stroke terdiri atas :
1. Tekanan darah memuncak dengan ciri leher berasa sangat berat/kencang dan tiba- tiba sakit kepala/pusing
2. Mulut rasanya miring sebelah (mau ngiler) dan susah berbicara
3. Penglihatan kabur atau kehilangan ketajaman. Ini bisa terjadi pada satu atau dua mata.
4. Kehilangan keseimbangan (lemas mendadak), seperti kehilangan energi secara mendadak.
5. Rasa kebal atau kesemutan (seperti ditusuk jarum secara ringan ) pada salah satu sisi tubuh (punggung)
6. Muka kita mati rasa mendadak (kesemutan sebelah)
Terdapat beberapa saran untuk mengenali gejala awal stroke ini, yaitu dengan menanyakan tiga pertanyaan sederhana ini:
1. Minta orang tersebut untuk TERSENYUM.
2. Minta orang tersebut untuk MENGANGKAT KEDUA TANGANNYA.
3. Minta orang tersebut untuk MENGUCAPKAN SEBUAH KALIMAT SEDERHANA (yang masuk akal). Bila orang tersebut tidak bisa melakukan apa yang kita minta diatas atau salah satunya segera bawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan pertama selanjutnya.
Dalam pedoman umum untuk pasien stroke yang disebut FAST (face,arm,speech,and time), Siloam Hospital Lippo Village merumuskan pedoman yang praktis dalam bahasa Indonesia, yaitu AWAS; untuk mengenali gejala awal stroke dengan cepat, berikut deskripsinya (Yusak, 2009) :
1. A-apakah ada gangguan bicara?
2. W-wajah tidak simetris?
3. A-apakah anggota gerak lemah?
4. S-segera bawa ke rumah sakit!



d. Akibat Stroke
Setelah stroke, sel otak mati dan hematom yg terbentuk akan diserap kembali secara bertahap. Proses alami ini selesai dlm waktu 3 bulan. Pada saat itu, 1/3 orang yang selamat menjadi tergantung dan mungkin mengalami komplikasi yang dapat menyebabkan kematian atau cacat
Diperkirakan ada 500.000 penduduk yang terkena stroke. Dari jumlah tersebut: 1/3 --> bisa pulih kembali, 1/3 --> mengalami gangguan fungsional ringan sampai sedang, 1/3 sisanya --> mengalami gangguan fungsional berat yang mengharuskan penderita terus menerus di kasur. Hanya 10-15 % penderita stroke bisa kembali hidup normal seperti sedia kala, sisanya mengalami cacat, sehingga banyak penderita Stroke menderita stress akibat kecacatan yang ditimbulkan setelah diserang stroke.
Akibat Stroke lainnya: 80% penurunan parsial/ total gerakan lengan dan tungkai. 80-90% bermasalah dalam berpikir dan mengingat. 70% menderita depresi. 30 % mengalami kesulitan bicara, menelan, membedakan kanan dan kiri. Stroke tak lagi hanya menyerang kelompok lansia, namum kini cenderung menyerang generasi muda yang masih produktif. Stroke juga tak lagi menjadi milik warga kota yang berkecukupan , namun juga dialami oleh warga pedesaan yang hidup dengan serba keterbatasan. Hal ini akan berdampak terhadap menurunnya tingkat produktifitas serta dapat mengakibatkan terganggunya sosial ekonomi keluarga. Selain karena besarnya biaya pengobatan paska stroke , juga yang menderita stroke adalah tulang punggung keluarga yang biasanya kurang melakukan gaya hidup sehat, akibat kesibukan yang padat (Ghazali, 2009).